Elemen Desain Arsitektur




Desain arsitektur terdiri atas 7 (tujuh) elemen, yaitu:
  1. Garis
Selain sebagai suatu elemen yang tertua daripada desain, garis juga merupakan elemen yang sederhana, tetapi sulit untuk dianalisa. Elemen garis dihasilkan dari berjuta-juta titik yang saling berhubungan satu sama lain. Garis digunakan untuk menghasilkan arah gerak suatu objek serta memberikan kesan pada suatu objek.
Garis dibagi dalam beberapa pokok, yaitu:
    • Garis lurus, menyatakan perasaan yang kokoh, kuat dan lebih keras.
      1. Garis Lurus Vertikal : Memberikan kesan tinggi, kokoh dan tegak lurus.
      2. Garis Lurus Horisontal : Memberikan kesan pendek dan mendatar.
      3. Garis Lurus Diagonal : Memberikan kesan aktif.
  1. Arah
Arah memberikan pengertian kepada pengamat tentang makna dari garis. Arah dapat membentuk ruang-ruang.
  1. Bentuk dan Ruang
Bentuk adalah akibat dari arah. Bentuk identik dengan isi/ rongga. Beberapa garis bersama-sama membentuk bidang, dan bidang digabungkan menjadi satu dan menghasilkan bentuk tertentu.
Defenisi bentuk ditentukan oleh tiga dimensinya, yaitu: panjang, lebar dan tinggi.
  1. Bentuk 2 dimensi : dibuat dalam bidang datar.
  2. Bentuk 3 Dimensi : dibatasi oleh bidang-bidang yang membentuk ruang/ isi.
Bentuk tidak akan ada tanpa isi dan sebaliknya isi tidak akan ada tanpa ruang/ bentuk. Setiap bentuk-bentuk mempunyai karakter.
  • Bentuk Segi empat/ kubus : Bentuk stabil tapi monoton, sifatnya formal.
  • Bentuk Segitiga : bentuknya aktif menunjukkan arah karakter enerjik.
  • Bentuk Bola : kelihatan labil/ selalu bergerak dan lembut.

Dasar bentuk ada dua : Statis dan Dinamis
Bentuk dikenal dari:
  • Pelebaran dan prporsinya,
  • Batas-batasnya,
  • Bahan, warna, permukaan,
  • Kesatuan dengan bentuk lain, dan
  • Arahnya.

Pengertian Ruang
  • Bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi yang sudah dibentuk/ disusun.
  • Penghubung atau pengikat atau penerus yang membentuk suatu kesan batas.
  1. Ukuran
Garis, bentuk atau ruang bisa saja berbeda dalam ukuran. Ukuran dan memberi kesan yang baik untuk pengamat. Ukuran yang besar dan kecil merupakan ukuran yang nisbi. Ukuran erat kaitannya dengan modul dan proporsi. Ukuran yang baik adalah perbandingan 3 : 5.
  1. Tekstur/ Barik
Tekstur adalah merupakan kualitas permukaan, licin/ halus atau kasar. Tekstur adalah titik-titik halus atau kasar yang tidak teratur pada permukaan. Corak adalah titik-titik halus atau kasar yang teratur pada permukaan tekstur. Tekstur dapat memberi dampak psikologis terhadap perancangan.
Tekstur dibagi dua, yaitu:
    • Tekstur Halus : dibedakan oleh elemen-elemen halus dan warna.
    • Tekstur Kasar : permukaannya terdiri dari elemen-elemen yang berbeda baik corak maupun warnanya.
Tekstur dalam suatu ruang erat kaitannya dengan jarak pandang. Dalam desain dijumpai:
    • Tekstur Alam : mamakai kayu, artifical, dan lin-lain
    • Tekstur Buatan : buatan manusia atau buatan pabrik
Fungsi tekstur dalam desain memberikan persepsi pada manusia.
  1. Elemen Nada
Sebuah karya baik karya perancang maupun seniman memikirkan cahaya. Nada membentuk suatu efek terang/ gelap. Nada yang dimaksud yaitu bayangan.
  1. Elemen Warna
  • Issac Newton, menemukan teori mengnai cara pembiasan warna melalui prisma.
Seberkas cahaya mataharimelalui prisma akan terurai menjadi spektrum cahaya yang menghasilkan panjang gelombang masing-masing yang akan sampai ke mata.
7 warna pelangi:
        1. Merah
        2. Jingga
        3. Kuning
        4. Biru
        5. Nila
        6. Ungu
        7. Hijau
  • Le Blond, meneliti bahwa penelitian Issac Newton mengeani warna pelangi dapat disederhanakan menjadi 3 warna saja, yaitu: Merah, kuning, Biru yang dikenal sebagai warna dasar.
  • Brewster, seorang sarjana kebangsaan inggris yang meneliti warna atas dasar fisik dan pigmen warna.
          • Fisik : keadaan warna sendiri, seperti merah, kuning, biru.
          • Pigmen : melalui prisma
  • Albert Munsell, meneliti tidak hanya keadaan warna tapi juga efek warna (Fisis dan Psychio). Menyelidiki 3 warna dasar (merah, kuning, biru).
Juga menggolongkan warna dasar:
          • Hue : kualitas warna atau intensitas panjang gelombang
          • Value : gejala warna dari warna yang menyebabkan pancaran warna dalam perbandingan hitam dan putih.
          • Chroma : penyimpangan terhadap warna putih dan kejenuhan warna.
  • Prang, menyatakan bahwa secara psikologis warna dibagi 3:
          • Hue : berkaitan dengan tempramen panas - dinginnya warna.
          • Value : berkaitan dengan gelap – terangnya warna.
          • Intensity : kekuatan pencahayaan warna.
Prang menggolongkan warna dalam beberapa kelas:
    1. Primary (utama) : warna dasar atau warna utama.
    2. Binary (sekunder) : pencampuran dua warna dasar.
    3. Intermediary : pencampuran warna antar Primari dengan Binary.
    4. Tertiary : pencampuran warna dari dua binary.
    5. Quarternary : pencampuran warna dari dua tertiary.


Author » Zulkifliyanto M
Post Title » Elemen Desain Arsitektur
Post Url » http://www.zulmaseke.web.id/2010/12/elemen-desain-arsitektur.html
Time » Sabtu, Desember 04, 2010
Responds » 0
Labels »

Artikel Terkait:

Posting Komentar
 

About Me

foto saya
Im Zulkiliyanto M. From Gorontalo North Sulawesi, I am a simple interested in new and useful things, hopefully get a new experience to innovate to create more advanced. Sharing is fun.[...]

Pengikut

Visitor


free counters