Tujuan dari Arsitektur




Sebenarnya apa tujuan dari arsitektur itu? Ero Saarinen mengatakan bahwa setiap orang mempunyai tujuan: “Manusia ada di atas bumi untuk waktu yang sngat pendek, dan manusia sungguh tidak tahu pasti apa tujuannya. Agama memberikan manusia sebagai tujuan utama. Keabadian dan keindahan yang penuh dengan arti memberikan manusia dan sekelilingnya kepercayaan dan kelestarian”. Jadi pertanyaannya, apa tujuan arsitektur itu? Jawabnya adalah untuk melindungi dan menaikkan kehidupan manusia di atas bumi dan memenuhi keyakinan untuk hidup yang lebih mulia. Pada awalnya para arsitek beranggapan bahwa tujuan ini mulia, tetapi pergolakan yang terjadi sudah tidak sesuai dengan apa yang telah diungkapkan pada saat berakhirnya arsitektur modern. Mereka beranggapan bahwa arsitektur Post-modern datang untuk membantu manusia merasa kerasan tinggal di rumah, seperti dunia yang baru. Merasa kerasan tinggal di rumah domaksudkan sesuatu yang lebih dari tempat bernaung, makanan dan pakaian; maksud yang utama adalah untuk memperkenalkan dengan lingkungan sosial dan fisik. Dan yang diharapkan dari arsitektur Post-modern pada waktu itu adalah merupakan salah satu bentuk yang tujuan utamanya memberikan manusia tempat tinggal baru. Tempat tinggal yang baru haruslah dapat memberikan kebutuhan dan kepuasan untuk selama-lamanya. Pada bagian lain Raphael Soriano, menjelaskan pula bahwa arsitek tidak mungkin menampilkan dan menyajikan karyanya kalau arsitek sendiri tidak dapat memahami akan hubungan antara dirinya dengan masyarakat. Hari ini, arsitektur tidak lebih panjang dari artikulasi tradisi atau mencari style-style baru. Style baru di dalam arsitektur tidaklah diciptakan oleh setiap generasi, walaupun berturut-turut setiap generasi menganggap tugas tersebut dikerjakannya secara bersama-sama. Style-style di dalam arsitektur mempersembahkan perbedaan pilihan-pilihan dalam langgam yang sama, atau dalam istilah Heidegger bahwa kita mempunyai tiga sistem dari apa yang dinamakan citra, yang di dlamnya terkandung di antaranya adalah: langgam, yang terdiri dari perbedaan pola dasar; style, yang merupakan sementara pilihan di antara pola dasar; dan tradisi, yang merupakan penyesuaian setempat dari pola dasar. Dalam kenyataannya, arsitektur tidaklah hanya sebuah pertanyaan bagaimana benda-benda itu dikerjakan, tetapi juga apa yang harus dikerjakan. Apa tugas bangunan adalah merupakan manifestasi dari jalan kehidupan kita, dan masalah dari arsitektur Post-modern yang telah muncul haruslah sesuai dengan penataan ruang-ruang kota, dan tentunya didatangkan sebagai hasil yang memang benar-benar kontemporer. Awalnya arsitektur modern datang untuk memulihkan keretakan dari pemikiran dan perasaan yang disebabkan oleh hilangnya sebuah citra. Pada prinsipnya telah berhasil, tetapi keberhasilan tersebut tidak secara lengkap di dalam pelaksanaannya. Sebuah kepalsuan dalam arsitektur modern diketahui sebagai sangat “vulgar”, dan di sini fungsionalisme agaknya menjadi sangat dominan, dan arsitektur merosot ke dalam satu istilah “membangun sebuah diagram”, yang sudah sangat umum terlihat di kota-kota besar dewasa ini.

Author » Zulkifliyanto M
Post Title » Tujuan dari Arsitektur
Post Url » http://www.zulmaseke.web.id/2010/12/tujuan-dari-arsitektur.html
Time » Sabtu, Desember 04, 2010
Responds » 0
Labels »

Artikel Terkait:

Posting Komentar
 

About Me

foto saya
Im Zulkiliyanto M. From Gorontalo North Sulawesi, I am a simple interested in new and useful things, hopefully get a new experience to innovate to create more advanced. Sharing is fun.[...]

Pengikut

Visitor


free counters