Munculnya Style-Style Baru




Sebenarnya penyebab utama dari munculnya beberapa style-style baru di dalam arsitektur adalah hasil pekerjaan para arsitek dan juga para kritikus arsitektur. Apakah hal tersebut timbul berkaitan dengan berakhirnya arsitektur Post-modern, atau mencoba mencari gagasan baru untuk dapat diungkapkan sebagai salah satu style ataupun langgam di dalam arsitektur. Seperti misalnya, deconstructionism, yang awal sejarahnya dikembangkan oleh seorang filosuf dari Prancis Jacques Derrida. Pertama kali digunakan dalam kritik sastra untuk menggambarkan metode membaca yang bertentangan dengan arti tekstualnya, ditampilkan untuk mengurangi beberapa penyelewengan interpretasi. Pada akhirnya metode ini terlihat tidak hanya diaplikasikan pada isi karangan dalam kritik sastra saja, tetapi juga pada arsitektur. Kemudian dalam The New Moderns fom Late to Neo-Modernism, karya Charles Jencks, dikatakan bahwa deconstructionism yang bekal utamanya filosofi dan bahasa di dalam pergerakannya, telah teruji sebagai “High-Tech architecture”. Kecenderungan yang lain adalah munculnya new regionalism, dapat dikatakan bahwa keseluruhan bangunan-bangunan merupakan bagian dari konstruksi beton, dan bangunan itu, tentu saja tidak dapat kita samakan di setiap tempat, tetapi diwujudkan dengan memberikan sifat khusus pada tempat yang memberikannya. Pada waktu lampau, kualitas semacam ini dikenal sebagai “genius loci”, dan kelihatan sekali pada bangunan-bangunan bersejarah yang bentuk dan karakternya berbeda sama sekali dengan selera setempat, dan pada kenyataannya bangunan-bangunan tersebut mempunyai “style” yang sangat umum. Kemungkinan lain adalah bangkitnya new monumentality, istilah ini menyatakan secara tidak kangsung bahwa kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari sebuah bangunan, tidak hanya sekedar memenuhi segi fungsinya saja. Sigfried Giedion, adalah orang pertama yang membawa ke depan istilah new monumentality ini, dan mencoba memberikan gagasannya dengan kata-kata sebagai berikut: “monumentalitas adalah sumber dari kebutuhan abadi dari masyarakat menciptakan simbol untuk aktivitas serta untuk nasib dan keuntungan mereka, untuk agama kepercayaannya dan untuk masyarakat negerinya, dimana arsitektur modern telah menjadi monumentalitas”. Tentu saja istilah new monumentality barangkali kelihatan sangat membingungkan, tetapi pada kenyataannya memberikan sebuah indikasi untuk apa semuanya ini. Karena istilah tersebut juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang mempunyai arti abadi.
Kembali kepada masalah arsitektur Post-modern, Max Hutchinson di dalam sebuah inagurasi yang di selenggarakan oleh RIBA pada tahun 1989 mengatakan, lupakan Post-modernism. Itu merupakan arsitektur untuk para konsumer. Sekarang kita membutuhkan sebuah arsitektur baru, sebuah New Modernism atau sebuah Neo-Modernism untuk para produser baru. Akan tetapi kalau hal seperti itu merupakan suatu pilihan di antara beberapa pilihan yang diajukan oleh para arsitek, tidaklah kita akan kembali Neo-Classicism. Kecenderungan tersebut yang pada akhirnya muncul juga sebagai bgian dari proses untuk mencari sebuah identitas material dan teknologi baru tentunya.


Author » Unknown
Post Title » Munculnya Style-Style Baru
Post Url » http://www.zulmaseke.web.id/2010/12/munculnya-style-style-baru.html
Time » Sabtu, Desember 04, 2010
Responds » 0
Labels »

Artikel Terkait:

Posting Komentar
 

About Me

foto saya
Im Zulkiliyanto M. From Gorontalo North Sulawesi, I am a simple interested in new and useful things, hopefully get a new experience to innovate to create more advanced. Sharing is fun.[...]

Pengikut

Visitor


free counters